Fenomena Tingginya Permohonan Isbat Nikah di Pengadilan Agama Sibuhuan: Analisis Faktor Sosial, Kultural, dan Yuridis

Authors

  • Nur Fitryani Siregar Institut Agama Islam Padang Lawas Author
  • Azhar Majid Hasibuan Institut Agama Islam Padang Lawas Author
  • Kalijunjung Hasibuan Institut Agama Islam Padang Lawas Author

Keywords:

Marriage Validation; Religious Court; Legal Awareness; Legal Culture; Marriage Administration

Abstract

This study aims to identify the issues surrounding marriage validation under Islamic law and the factors influencing marriage validation applications at the Sibuhuan Religious Court. This study was conducted as a field research study using descriptive qualitative methods. The results indicate that the issues surrounding marriage validation under Islamic law include marriages occurring within the context of divorce settlements, lost marriage certificates, doubts about the validity of one of the marriage requirements, and neglect by the husband and wife regarding the administrative procedures of a marriage. Factors influencing marriage validation applications at the Sibuhuan Religious Court include: first, local customs still believed by the applicant; second, the applicant's knowledge of legal issues and the low level of public legal awareness; third, the applicant has registered the marriage through the marriage registrar/Village Registrar's Assistant, but the registrar has not forwarded it to the Religious Affairs Office, thus preventing them from obtaining a marriage certificate; fourth, age, as the applicant was underage at the time of the marriage, resulting in the rejection of the marriage application by the local Religious Affairs Office; and fifth, natural factors.

References

Ali, Z. (2007). Hukum perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Amin, M. (2019). Efektivitas hukum pencatatan perkawinan dalam mewujudkan tertib administrasi keluarga. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 155–170.

Bahri, S. (2021). Isbat nikah dalam perspektif maslahah dan kepastian hukum di Pengadilan Agama. Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 6(1), 61–78.

Friedman, L. M. (2001). American law an introduction (Hukum Amerika: Sebuah pengantar) (W. Basuki, Ed.; 2nd ed.). Jakarta: Tatanusa.

Ghozali, A. R. (2003). Fiqh munakahat. Jakarta: Prenada Media Group.

Hadikusuma, H. (2007). Hukum perkawinan Indonesia: Menurut perundangan, hukum adat, hukum agama. Bandung: Mandar Maju.

Hakim, R. (2000). Hukum perkawinan Islam. Jakarta: Balai Pustaka.

Harahap, H. (2010). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Hidayat, R. (2020). Itsbat nikah dan problematika pencatatan perkawinan di Pengadilan Agama. Jurnal Al-Ahwal, 13(1), 77–92.

Manan, A. (2006). Aspek-aspek pengubah hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Mardani. (2016). Hukum keluarga Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media.

M. Zein, S. E. (2004). Problematika hukum keluarga Islam kontemporer. Jakarta: Prenada Media.

Nasution, K. (2009). Hukum perkawinan I. Yogyakarta: Academia & Tazzafa.

Nuruddin, A., & Tarigan, A. A. (2004). Hukum perdata Islam di Indonesia: Studi kritis perkembangan hukum Islam dari fikih, UU No. 1/1974 sampai KHI. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Rahardjo, S. (2009). Hukum dan masyarakat. Bandung: Angkasa.

RI, D. A. (2000). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Departemen Agama RI.

Rohman, A. N. (2020). Upaya memantapkan peraturan isbat nikah dalam hukum perkawinan di Indonesia. Jurnal Hukum Sasana, 6(2), 197–210.

Sari, N. (2022). Perkawinan tidak tercatat dan perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak. Jurnal Studi Gender dan Hukum Keluarga, 5(1), 33–50.

Soekanto, S. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono, S. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syam, S., & Ramadi, B. (2023). Perkawinan di bawah batas usia perspektif fikih dan undang-undang (studi pada masyarakat Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu). Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman, 9(2), 19–33.

Syarifuddin, A. (2009). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: Antara fiqh munakahat dan undang-undang perkawinan. Jakarta: Kencana.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. (1974). Jakarta: Sekretariat Negara.

Wibowo, A., & Kossay, M. (2023). Teori sosiologi hukum. Semarang: Yayasan Prima Agus Teknik.

Zuhaili, W. (2011). Fiqh Islam wa adillatuhu (Jilid 9, A. H. Al-Kattani, dkk., Trans.). Jakarta: Gema Insani.

Downloads

Published

2026-07-07

Issue

Section

Articles